Jumat, 04 September 2009
catatan kecil
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS Az Zumar, 39: 9)
Allah SWT menginformasikan kepada kita dalam Al Qur’an bahwa orang-orang yang takut kepadaNya adalah mereka yang mempunyai ilmu (yaitu Ulama)
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS Faathir, 35: 28)
“Siapa saja yang takut kepada Allah, dia adalah seorang ‘Alim (ahli ilmu). Dan siapa saja yang tidak taat kepadaNya, maka dia Jahil.”
Ilmu yang bermanfaat akan menjadikan seseorang memahami Allah, nama-nama dan sifatNya. Ini akan membimbingnya untuk takut kepada Tuhannya dan menjauhi apa yang dimurkaiNya. Ilmu yang baik akan menjadikan seseorang mencintai Allah dan semua yang Dia cintai, juga seorang hamba akibatnya akan bersandar kepadaNya, mempunyai kesabaran dalam masa fitnah dan hanya mencari pertolongan kepadaNya SWT. semata.
Seorang hamba akan menjadi senang melakukan apa yang Tuhannya minta kepadanya sampai dia mencintai dan membenci karena Allah dan mencari cara untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melakukan Sunnah dan amalan Naafilah. Allah SWT. berfirman:
“....dan hal yang paling dicintai oleh hambaKu adalah mendekatkan diri kepadaKu adalah (baginya melakukan) apa yang aku perintahkan kepadanya untuk dilakukan. Dan hambaKu akan menjaga kedekatannya kepadaKu dengan melaksanakan nawaafil –sampai aku mencintainya. Dan ketika aku mencintainya Aku mendengarkan atas apa yang didengar, melihatnya atas apa yang dia lihat, tanganya dengan apa yang dia perangi, dan kakinya dengan apa yang dia jalankan. Dan jika dia meminta sesuatu dariku, Aku akan menjawabnya. Dan Jika dia mencari perlindunganKu, Aku akan melindunginya. Dan Aku tidak Akan meragukan untuk melakukan apapun yang Aku ingin lakukan... Mu’min membenci kematian, dan Aku membencinya untuk melakukan dosa.” (Shahih Bukhari)
Tidak semua orang yang yang Aku anugerahi dan Aku beri nikmat, berarti Aku memuliakannya di hadapan-Ku tetapi itu merupakan ujian dan cobaan dari-Ku, apakah dia bersyukur kepada-Ku sehinnga Aku memberinya yang lebih ataukah dia kufur dan berpaling dari-Ku.
Tidak setiap orang yang Allah uji dan Allah sempitkan rizkinya pas-pasan dan tidak ada kelebihannya merupakan kehinaan dihadapan-Ku. Tetapi itu merupakan ujian dan cobaan dari-Ku.
Memang semua yang ada di alngit dan bumi memohon kepada Allah, baik Wali maupun musuh-musuh-Nya dan Allah SWT pun juga mengabulkan kedua-duanya. Makhluq yang dibenci Allah adalah musuh-Nya, ’Iblis’. Namun begitu ketika Iblis meminta suatu keperlusn dia pun mengabulkan-Nya. Tetapi yang dimintanya bukan unuk mendapatkan ridho-Nya. Tetapi karena apa yang dimintanya bukan untuk mendapatkan ridho-Nya. Maka hal itu justru menambah kesengsaraannya dan membuat dirinya semakin jauh dari Allah serta tertolak dari sisi-Nya.
Tapi kebanyakan dari kita tidak menyadarinya
Wahai saudaraku. Demi Allah aku benar-benar mencintaimu maka janganlah enkau lupa mengucapkan di akhir setiap sholat’Ya Allah tolonglah aku untuk mengingat-M, bersyukur kepad-M, dan beribadah secara baik kepada-Mu. Doa yang paling bermanfaat ialah memohon untuk mendapatkan ridho-Nya dan anugerah yang paling utama ialah pengabulan Allah terhadap permohonan ini.
Mungkin hanya ini yang bisa saya lakukan dan ini tidak lain dalam rangka tawashau bil haq, wa tawa bis shabr (nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran). Afwan jiddan kalau ada perkataan yang menyinggung atau tidak berkenan di hati antuna sekalian. Kalau
Jagalah Dien Allah, Allah akan menjagamu. Lindungilah Dien Allah, Dia akan berada di depanMu, kenali (atau ingatlah) Allah di waktu senang, Dia akan mengingatmu di waktu sukar.” (Musnad Imam Ahmad, dan Sunan At Tirmidzi)
“Yaa Allah, aku memintamu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (At Tabarani)
Yaa Allah, aku berlindung kepada Mu dari jiwa yang tidak tercukupi, dan dari hati yang tidak bertaqwa, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari da’wah (do’a) yang tidak dijawab.” (Shahih Muslim)
Wallahu’alam bis Showab!
COCA-COLA, FANTA, FRESH TEA, SUNKIST, SPRITE, NOKIA, MOTOROLA, SIEMENS, BENQ, JHONSON & JHONSON, WALT DISNEY, CARREFOUR, NESTLE, DANCOW, NIDO, MILO, KOKO CRUNCH, TOYS R US, DANONE, NABISCO, MCDONALDS, KENTUCKY FRIED CHICKEN, A&W, SARA LEE, INDOSAT, MENTARI, MATRIX, IM3, IM2, STAR TV, DEWA 19, AQUA, KIWI, ICQ, CBN, CBS, HBO, DPO, EXXON, SONY SDDS, SANEX, AMEX (AMERICAN EXPRESS), BOEING, DAIMLER, CHRYSLER, MERCEDES, VOLKSWAGEN, JAGUAR, DODGE, ALFA ROMEO, GM FORD, CADILLAC, BURGER KING, ARBYS, DOLE, DAYS INN, MALBORO, MERIT, BENSON, L&M, HYATT, MARRIOT, SHERATON, STARBUCKS, MARKS & SPENCER, P&G (PROCTOR & GAMBLE), SUAVE, BRAUMS, WESTELL, AOL (AMERICAN ONLINE), INTEL, MICROSOFT, APPLE COMPUTER, VIACOM, CREATIVE, SOUND BLASTER, HP (HEWLET PACKARD), TORCHE, AMERITRADE, ALCOA, BISSEL, SNAKE ORDERTRUST, AMBI PUR, LEGGS, HOLLYWOOD, PARAMOUNT PICTURE, COLUMBIA PICTURE, STARTREK, LUCIFER, SATURN, WALMART, AT&T, CABLE & WIRELESS, TEXACO, SHELL, LUCENT, VAULT, LOVABLE, WONDERBRA, GOSSARD, PICKWICK, OUTER BANKS, DIM, NUR DIE, HANES, PILAO, PLANTEX, MAISON CAFE, SUPENOR, DONWE EGBENS, CHAMPIONS, CLINIQUE, MAXWELL, PYRAMID, AON, BBB COMPANY, PITTWAY, HUGO BOSS, LEVI’S, WRANGLER, HARLEY DAVIDSON, ARIEL, DANZIGER, BALI, CITGO, CHEVRON, UNOCALL, ARAMIS, ESTEE LAUDER, L’OREAL, KIMBERLEY-CLARKE, KLEENEX, ANDREX, KOTEX, HUGGIES, PAMPERS, DELCO, ORIGINS, TOMMY HILFINGER, DKNY, COMET, REVLON, DE BEERS, CRAIN’S, CLAREMONT, CHICAGO BULLS, ARSENAL FC, BANK OF AMERICA, PBB/UNITED NATIONS, ROTHSCHILD, US DOLLAR, ILLUMINATI, OPUS SUPREMUS, LIONS CLUB, ROTARY CLUB, FREEMASONRY, FREEMANTLE MEDIA, BLUE MASONRY, KOMUNISME, HEDONISME, SEKULARISME, KAPITALISME, LIBERALISME, SOSIALISME, DAN SEMUA PRODUK YANG MEMILIKI BARCODE BERAWALAN ANGKA 729 (BARCODE ZIONIS ISRAEL)
http://swaramuslim.net
Wahai saudaraku ….
Andai kau tahu
Debu yang menempel pada kakimu fie sabilillah
Dapat menyelamatkanmu dari neraka Jahannam
Kenapa kau tinggalkan jihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Sekejap dalam medan jihad
Dapat mengharuskanmu menikmati kenikmatan
dan keindahan Jannatun Na’im
Kenapa memilih selain jihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Berak dan kencingnya kudamu fie sabilillah
Bernilai pahala bagimu disisi Robmu
Kenapa bimbang untuk berjihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau tahu
Timah panas yang mengoyak tubuhmu dapat menghantarkanmu memeluk mesra Bidadari jelita
Kenapa takut berjihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Dentuman Bom yang mencabik-cabik dagingmu dapat menyibukkanmu bercanda ria di pangkuan Bidadari jelita selama berpuluh-puluh tahun tanpa bosan
Kenapa ragu untuk berjihad …..???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Ledakan Mortir yang meremukkan tulang belulangmu dapat menghantarkanmu berbaring mesra di atas kasur dalam kamar mempelai bersama bidadari yang tidak pernah
hilang keprawanannya
Kenapa enggan berjihad …..???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Tetesan darah pertama yang kau tumpahkan di medan jihad dapat menghapuskan semua dosa-dosamu
Tidak ada pilihan lain bagimu selain jihad …..???!!!
Duhai saudaraku …..
Seandainya engkau faham ……
Seandainya engkau mengerti ……
Seandainya engkau tahu …..
Seandainya engkau berakal …..
Engkau pasti memilih jihad …..
Rabu, 02 September 2009
Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.
Wa ba’du
Ikhwah fillah ………………….
Sesungguhnya akhir hidup yang paling indah adalah mati dengan menyandang syahadah dari Allah. Mati berkalang tanah, bersimbah darah dalam medan perang karena memulikan Allah, Rosul-Nya, Dien dan orang-orang yang beriman.
Ikhwah fillah ……………
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan… Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan… Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”(QS Al Insyirah : 5-8)
Dua kali Allah memberi penekananNya… Dua kali Allah meyakinkan kita… Bahwa “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan…” Bahwa kemudahan akan selalu membersamai kesulitan… Bahwa di setiap datangnya kesulitan, kemudahan selalu menunggu untuk hadir menyegerainya… Dan niscaya ini akan berlaku selamanya…Kapan saja… Dan bagi siapa saja… yang mengimaninya…
Mungkin… telah sering lisan kita menyebut-nyebut ayat ini…Bahkan mungkin… pun telah bosan telinga kita mendengar penyataan ini…Namun… sudahkah kita memaknainya sebagai bagian yang benar-benar menyatu dalam prinsip hidup kita??Sebagai sesuatu yang benar-benar meyakinkan kita tanpa ada sedikit pun celah keraguan di dalamnya??Ataukah hanya kita jadikan sekedar hiasan berlabel moto hidup yang mungkin sebenarnya juga tidak benar-benar kita yakini keniscayaannya??
Sebab jika seseorang sungguh-sungguh mengimani ayat Allah ini…Tak akan rela ia membiarkan dirinya begitu larut dalam kesedihan dalam waktu yang lama…Tak akan rela ia membiarkan dirinya menyerah hanya karena keberhasilan yang tertunda…Tak akan rela ia membiarkan dirinya putus asa hanya karena harapannya tak kunjung menjadi nyata…Tak akan rela ia membiarkan dirinya kecewa hanya karena orang-orang tak menghargai, bahkan menarik diri dan menjauh darinya…Tak akan rela ia membiarkan dirinya ragu dalam mengambil keputusan dan memulai langkah kecilnya…Tak akan rela ia membiarkan dirinya menjadi pesimis dan apatis akan masa depan diri dan pendapat orang-orang di sekitarnya…Tak akan rela ia membiarkan dirinya berkeluh kesah atas semua penderitaan dan kelelahannya…
Memang benar… bahwa melanjutkan perjuangan, rehat sejenak, ataukah berhenti di tengah jalan adalah sebuah pilihan…Sekali lagi, ini adalah sebuah pilihan…Tapi lupakah kita dengan motto hidup seorang mujahid…Bahwa seorang mujahid selalu mengambil pilihan tersulit bagi dirinya…Sebab itu akan menguji daya tahan dan kapasitas keimanannya…
“Ukhti…Terkadang waktu tidak memberikan ruang yang luas untuk terlalu banyak berpikir dan menimbang…
Yang akhirnya akan bermuara pada kebimbangan dan keraguan yang berkepanjangan…Karena…Kemampuan dalam menentukan pilihan itulah yang akan menentukan kualitas hidup kita…”
Bagi seorang pejuang…Kesulitan adalah tantangan…Kesedihan dan kelelahan adalah kenikmatan…Dan justru harta, anak,dan kekuasaan adalah ujian…
Bukankah…Bagi seorang pejuang…Hidup adalah perjuangan…Yang tak kenal jeda untuk rehat lama manjakan raga…Apalagi rasa aman dari kerikil kehidupan…Maka…Ketika pun segunung kesulitan telah berada di depan mata…Ketika pun harus berjuang sendiri di pedalaman belantara atau pun jauh dari saudara seiman demi menyambung nyawa dan asa…Ketika pun telah di ujung usia penantian namun tak kunjung bertemu belahan jiwa…Ketika pun ujian demi ujian menunda tergapainya cita dan amanah orang tua…Ketika pun tantangan amanah da’wah yang semakin berat seolah nyaris patahkan tulang punggungnya…Ketika pun bertubi kegagalan telah melanda…Tak akan mampu patahkan ghirahnya…Tak akan mampu hentikan langkahnya…Tak akan mampu putuskan asanya…Tak akan mampu goyahkan imannya…Sebab ia selalu yakin…Bahwa kemudahan dan kelapangan selalu membersamai setiap tantangan hidupnya…Bahwa kemudahan dan kelapangan akan selalu terbit menyegerainya…Jangan pernah berhenti untuk berharap… Sebab harapan itu memang benar-benar masih ada… Dan akan selalu ada…Jangan pernah takut untuk mulai melangkah… Sebab jarak jutaan mil tak akan mampu kita tempuh tanpa keberanian kita memulai langkah awalnya…Jangan pernah berhenti untuk berjuang… hingga lelah itu benar-benar lelah mengikuti perjuangan kita… Dan kita - umat Islam - tidak perlu lagi memilih... Dan memang tidak punya otoritas untuk memilih... Karena cukuplah Islam yang hanif ini sebagai pedoman...
” Jika seorang muslim ingin merasakan manisnya iman maka kerjakan tiga hal, yaitu Allah SWT. dan Rosul-Nya serta Jihad fie Sabilillah harus ia cintai melebihi apapun....”(Bukhari Muslim).
Ayo semangat, jangan pernah merasa dirimu sendiri....
Ingatlah Allah selalu bersama hamba2-Nya yang beriman
Lebih baik kita diam daripada bicara tapi tidak ada manfaatnya sama sekali...
Labih baik kita diam daripada kita mengomentari atas apa yang mereka bicarakan
Biarkan mereka menilai buruk kita dan cukup diamlah dan bersabarlah...
Biarkan mereka berkata sesukanya tentang kita tapi janganlah engakau marah
Bukankah orang yang kuat adalah orang yang kuat menahan amarahnya
Jangan pernah ada keinginan untuk membalasnya dengan kejahatan
Balaslah mereka dengan kebaikan dan doamu...
Terimalah dengan ikhlas dan doakanlah mereka
Karena bagaimanapun ia adalah saudaramu seiman...
Mohonkanlah kepada Allah agar mereka dibukakan pintu hatinya...
Lebih baik menjadi orang terasing daripada mempertaruhkan keimanan untuk memperturuti hawa nafsu kita...
Asing dimata manusia lebih baik daripada asing dihadapan Allah
Tak dikenal manusia lebih baik daripada harus tak dikenal Allah
Hina dimata manusia lebih baik daripada hina dihadapan Allah
Rendah dimata manusia lebih baik daripada rendah dihadapan Allah
Bukankah dunia bagaikan penjara bagi orang-orang mukmin dan surga bagi orang-orang kafir
Jangan pernah tebetik satu pun dihati untuk ingin dihargai cukup Allah sajalah yang menghargai
Jangan pernah tebetik satu pun dihati untuk ingin dipuji cukup Allah sajalah yang memuji
Kita tidak butuh penghargaan, pujian dan balasan dari mereka
Ingatlah Allah Maha Tahu atas apa yang kita lakukan cukup Allah sajalah yang membalasnya
Biarkan mereka tidak tahu atas apa yang kita lakukan ...Ikhlaskan dan bertawakallah
Sejatinya kebaikan akan senantiasa terlihat asing dimata manusia
Semoga Allah menguatkan keimananmu dan menjaga keistiqomahanmu
Niscaya ini tidaklah lama dibandingkan balasan Allah yang telah dijanjikan didalam kitabnya
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar
Ukhti Muslimah…!!! Ketahuilah agama ini bukan hanya di mulut, tetapi ia menuntut adanya amal nyata, laksanakanlah perintah perintahnya dan jauhilah larangan larangannya
Pertarungan al-haq dan al-bathil itu belum usai, Saudaraku...
Kemenangan hari ini dan esok adalah milik kita...
Bebanmu adalah amanah kami...
Sebab kau bagian dari ummat ini...
Maka jangan lunturkan keyakinanmu...
Semoga Allah senantiasa memayungi kita dengan keadilan-Nya...
Demi kesejahteraan kita bersama...
Rapatkan barisan... Jalin ukhuwah...
Luruskan niat... Satukan langkah
Dengan bekal iman... Maju ke hadapan...
Al Qur’an dan sunnah jadi panduan..
Sucikan diri... Ikhlaskan hati...
Menggapai ridho Ilahi...
- Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada. (HR. Ath Thobari)
Sufyan bin Abdullah berkata,"Ya Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain." Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Ikrarkanlah (katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah)." (HR. Muslim) - Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Kenalilah Allah waktu kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan. Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan. (HR. Tirmidzi)
- Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah menjawab, "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan." (HR. Muslim)
- Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')
- Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)
- Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
- Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)
- Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)
- Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )
- Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)
- Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR. Ad-Dailami)
- Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis-majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)
- Apabila muncul bid'ah-bid'ah di tengah-tengah umatku wajib atas seorang 'alim menyebarkan ilmunya (yang benar). Kalau dia tidak melakukannya maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Tidak akan diterima sodaqohnya dan kebaikan amalannya. (HR.Ar-Rabii')
- Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu Dawud)
- Seorang alim apabila menghendaki dengan ilmunya keridhoan Allah maka dia akan ditakuti oleh segalanya, dan jika dia bermaksud untuk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu. (HR. Ad-Dailami)
- Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)
- Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab)
- Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)
- Barangsiapa dimintai fatwa sedang dia tidak mengerti maka dosanya adalah atas orang yang memberi fatwa. (HR. Ahmad)17. Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)
- Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)
- Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)
- Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Qur'an dan ahlinya[1], serta penguasa yang adil. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)
- Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (Mutafaq'alaih)
- Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)
- Maafkanlah dosa orang yang murah hati, kekeliruan seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yang adil. Sesungguhnya Allah Ta'ala membimbing mereka apabila ada yang tergelincir. (HR. Bukhari)
- Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na'im)
Jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya. Hal ini dapat terjadi dengan senantiasa mengingat hak Alloh. Jika dia beribadah, maka dia telah menunaikan hak Alloh dan ikhlas dalam beribadah hanya untuk Robbnya. Jika dia memberi nafkah pada keluarganya, maka dia melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Jika dia berjual beli, maka dia akan melakukan dengan ikhlas dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rezeki yang halal. Demikianlah, setiap kegiatan yang dia lakukan, senantiasa dilandasi oleh ilmu. Ini adalah keutamaan orang yang memiliki ilmu, jika mereka bertindak dan berbuat sesuatu maka dia akan senantiasa melandasinya dengan hukum syariat. Jika mereka berbuat dosa dan kesalahan, maka dengan segera mereka akan memohon ampunan. Maka dia akan seperti orang yang tidak berdosa setelah beristigfar. Ini adalah kedudukan mereka. Oleh karena itu Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma mengatakan:
“Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)
Selasa, 11 Agustus 2009
Risalah Khusus Untuk Para Pejuang Da’wah
Risalah ini ditujukan kepada para pemuda yang merasa jemu dan bosan dalam berda’wah. Mereka lebih mementingkan beribadah dari pada bergerak untuk menyebarkan kalimat-kalimat ALLAH di muka bumi.
“Tinta para ulama ditimbang dengan darah para syuhada”
Hadis ini memiliki pengertian bahwa tinta yang digunakan oleh ulama yang mengabdikan dirinya kepada ALLAH sepanjang hidupnya bisa disamai oleh darah syuhada yang berjuang di jalan ALLAH dengan keIkhlasan.
“Siapa yang berpegang pada sunnahku di saat rusaknya umatku, ia mendapatkan pahala seratus orang yang mati syahid”
Sungguh, berjuang di jalan ALLAH disaat orang-orang terlena dengan berbagai kebahagiaan dunia merupakan suatu perbuatan yang mulia. ALLAH akan membalas setiap langkah yang dilakukan dengan berlipat kali pahala dari pada orang yang hanya beribadah bagi dirinya sendiri.
Dan inilah jalan yang diinginkan setiap manusia untuk beramal sholeh tapi syaiten lebih pintar dalam membolak – balikkan niatan seseorang untuk beramal dan berda’wah kepada Allah.
Meninggalnya Muhammad Rasulullah SAW menjadi kesedihan yang mendalam bagi umat Islam namun Kalimatullah harus tetap di syi'arkan, tongkat estafet dakwah harus tetap berjalan. Sikap tegas Rasulullah SAW memperjuangkan Islam menjadi tolak ukur para Sahabat mengemban amanah sebagai Khalifah pemimpin umat Islam penerus Rasulullah SAW.
Jagalah Niatmu, Wahai Saudaraku
JIKA KAU INGIN ISTIRAHAT,NANTI... NANTI DI SURGA
"Wahai orang orang yang beriman!jika kamu menolong agama allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"
(QS.Muhammad: 7)
"....katakanlah "kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan didzalimi sedikit pun"
(QS Al-maidah:77)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang
berjuang diantara kamu dan orang-orang yang bersabar.” (QS Ali Imran: 142) “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah: 214) “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Al-Ankabut: 2-3).“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)
Rasulullah juga pernah bersabda, "Tidak ada satu kebaikan pun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi." Dalam sebuah riwayat lain, Rasullah saw bersabda, "Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Mutafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain, Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi". (HR. Bukhari).
Dalil-dalil di atas telah menjelaskan betapa pentingnya arti dari sebuah persaudaraan Islam. Demikian penting dan vitalnya fungsi memperkuat persaudaraan Islam, hingga Rasulullah saw pun tidak mau mengakui orang yang tidak memiliki kepedualian terhadap urusan saudaranya sebagai umatnya, Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya yang artinya:
Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.”. (HR. At Tabrani)